Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

KUMPULAN PUISIKU


JANGAN PERGI BUNDA
Bunda engkau adalah semangatku
Tak ada engkau apa jadiku
Engkau bagaikan bunga kan selalu bersemi
Disaat engkau sakit
Terkadang aku takut engkau tinggalkan
Sirine yang panjang berbunyi
Ku mendengar
Terasa berdebar hatiku
Mobil itu telah membawamu
Entah kemana engkau pergi
Engkau pulang kerumah
Dengan mata terpejam rapat
Aku tersentak melihatnnya
Engkau kubangunkan
Tetapi engkau diam tak bergerak
Saat itu hatiku berkata jangan tinggalkan aku bunda
  

KENANGANKU
Engkau bagai belahan jiwaku

Engkau semangat hidupku

Engkau  jadi kenanganku
Waktu ke waktu 
Tahun ke tahun
Engkau selalu temani hidupku

Kini engkau tiada

Entah hilang kemana

Hidupku sunyi tanpanya 
Sekarang berada dalam dunia berbeda
Hidupku hampa tanpanya

Kini tinggal ku sendiri tak berteman

Engkau hanya tinggalkan kenangan

Kenangan yang memilukan
Hingga kini,..
Hanya kenanganmu temaniku
   
SESALKU

Dulu ku abaikanmu
Dulu ku remehkanmu
Dulu ku tak hiraukanmu
Sekarang ku menangis
Sekarang juga ku tertampar
Sekarang juga hatiku terasa perih
Kini apa dayaku
Tuk ucap sebuah kata
Kata cukup sederhana
Tapi ku tak bisa ucapkan
Karna sebuah dunia
Dunia berbeda
Ku ingin ucap kata sesalku 
Maafkan aku IBU



SUARA BUNDA
Saat kutatap langit nan jauh dan gelap
Terdapat sebuah bintang pandangiku
Ia mengedipkan cahaya 
Seakan-akan ia menyapaku 
Malam itu suasana makin sunyi 
Tak ada sedikit suara pun yang terdengar 
Seakan-akan dunia ini milikku sendiri
Sayup-sayup kudengar suara lantunan
Membangunkan aku tanpa keraguan
Makin malam makin jelas 
Suara itu sanggup sejukkan hatiku 
Yang saat itu gundah dilanda badai 
Kini badai itu tlah berhasil kau taklukkan 
Dan berubah jadi angin semilir 
Malam yang  sunyi
Kini  berubah
Walau masih sunyi senyap
Tapi  tenang tanpa ketegangan
Ayat demi ayat kau baca 
Surat demi surat kau lantunkan 
Malam penuh lukisan berharga



MUNAFIK
Dengan hati tertutup debu
Hanya ucapan angin yang menembus pilu
Dengan wajah diselimuti api
Diiringi pandangan mata sekejap tapi buta
Padahal dia bukan mawar seputih melati
Terlena dengan keharuman diri
Keringnya sebuah harapan
Kokohnya gedung kemunafikan
Penyesalan yang menghampiri 
Tak membuat sejuk sosok ini


HARAPAN 
Hidup ini tak tentu

Ketika ku lelap terasa indah
Kuterbangun terasa dihempas tak kira
Kutunggu sampai datang waktu indah dalam mimpi
Kuharap hari itu kan datang
Sampai tiba waktuku nanti
Hanya harap yang kupinta
Mengharap suatu kan tiba dalam mimpi
Seolah kan kuwujudkan

Harapan bukan sekedar harapan
Harapan datang harapan kan jadi indah
Mengukir sejuta pengalaman
Sejuta kenangan
Sejuta perasaan
Dan sejuta cinta
Harapan nyata yang tak terwujud
Bukan untuk dipendam jadi dendam
Harapan nyata yang tak terwujud
Jadikan suatu bintang yang harus tetap kan kau wujudkan
Harapanmu adalah nyawa hidupmu

 

MIMPIKU
Ku tatap dari jauh
Ku pandang langkah lajunya
Ku dengar suaranya
                 Hanya aku yang tahu
                 Hanya aku yang rasa
                 Hanya aku yang pintanya
Berharap tahu
Berharap mungkin
Berharap milikku
                 Tahu ku tak tahu
                 Tahu ku tak mungkin
                 Tahu ku tak miliki
Terjawab apa dalam benak
Terjawab apa yang ku harap
Terjawab apa yang kan terjadi
                 Itulah khayalku
                 Itulah mimpiku
Itulah ingin kuwujudkan


AKU 
Aku itu aku 
Tak kan berubah bukan aku 
Aku itu hanyalah aku 
Sampai kapan pun itu aku
            Aku itu tetap aku
            Tak kan ada yang dapat merubah
            Aku itu pasti aku
            Yang sesuai denganku
Meski ada yang datang 
Aku itu harus tetap jadi aku 
Bukan orang asing
            Ketika aku bukan aku
            Aku hanyalah segumpal keputus asaan
            Aku hanyalah setitik ketakbergunaan
            Dan,.
            Aku hanyalah segenggam kelemahan
Kata terangkai kata 
Hanyalah dari aku 
Kobaran yang terhembus 
Juga hanya dari aku 


KISAH
Awal ku tawa
Awal ku tak mengharap
Awal ku tak tahu
Awal ku tak maksud kata itu
            Semakin jauh semakin ku tanya
            Semakin jauh semakin ku rasa
            Semakin jauh beri harap
            Semakin jauh beri kata
Kata terucap ku tak hirau
Ku tahu itu hanya kata
Kata terucap ku tak gapai
Ku tahu itu hanya tawa
            Akhir ku tahu hanya anggapan
Akhir ku tahu rasa tak harapkan
Akhir ku tahu hanya karangan
Akhir ku tahu cukup sampai disini


TUMPUAN
Datang disaat patah
Ku tak pernah tahu itu
Yang ku tahu tak sendiri
            Datang seolah mencari
            Tahu tak menjauh
            Seolah hanya tumpuan
Aku tahu setelah terucap
Benakku menuai tanya
Setelah ku jawab
Ternyata bukan jawab
            Aku hanya tumpuan saat sepi
            Saat terisi seolah aku bukan siapa
            Walau masih jawab tanya yang ada
            Tapi jawab sudah beda
Berujar tak lupa
Tapi ucap yang dulu tak pernah ku jawab lagi
Aku hanyalah tumpuan kesepiannya
Penghibur saat sedih
Dan pengisi kekosongan yang belum terisi


PENGISI HATINYA
Aku yang selalu memulai
Ku tanggapi kata itu
Ku tahu itu biasa
Tapi setelah terucap kisah itu
Ku tanya dalam fikir
            Ku kira aku pengisi kekosongan
            Ternyata tidak
            Setelah ku tahu kata terangkai awal
            Berlalu dalam hidup
Prasangka itu benar
Hidup yang belalu
Menampakkan nyatanya
Aku hanya pengisi kesepian
Tak pernah memulai lagi
            Tak pernah berkata lagi
Kini benar aku yang harus memulai
Berharap ku tak dilupakan
Berharap ku tetap ditanya
            Tapi aku hanya pengisi kesepiannya
            Tapi aku hanya pengisi kekosongannya


SENDIRIKU
Kesamaan menyatukan segalanya
Kebersamaan ini berarti tak ingin berhenti
Ketika setitik luka terukir
Keinginan hapus hilangkan bara
            Senyum canda tawa hiasi selalu
            Seolah kutemukan tangan yang mampu genggamku
            Seraya senangkan penggegamku
            Semua kan kulebur deminya
Namun tak mampu ku sepenuhnya
Nyata dulu buatku rapuh
            Buat hati tak kan bisa kuberi
            Diriku sepenuhnya hanya diriku
            Diriku hanya mampu dibagi suara
Bukan aku membagi suara



DIKHIANATI
Hanya aku yang tau perasaanku
Hanya aku yang mengerti persaanku
Perasaan dikhianati
Perasaan dibodohi
Siapa yang salah?
Akukah?
Diakah?
Atau wanita itu?
Yang pasti kau dan wanita itu
Perasaan ini akan terus mendoakan
Hati ini akan terus menjerit
Sampai benar-benar puas
Sampai benar-benar kau sadar
Ini menyiksaku
 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar